Jumat, 21 Februari 2014

MA Tumbang Bahanei Lakukan Penyusunan Konsep BS

Bertempat di aula hotel Aman Palangka Raya, komunitas Masyarakat Adat (MA) Tumbang Bahanei berkumpul dan melakukan penyusunan konsep Benefit Sharing (BS). Kegiatan yang dilakukan selama ½ hari difasilitasi oleh Steni dari badan REDD+ pada 18 Februari 2014.

Secara partisipatif Steni mengajak masyarakat adat Tumbang Bahanei untuk memahami konsep dari benefit sharing. Dimulai dari pukul 9 pagi, Steni memulainya dengan menunjukkan gambar pohon dan mengajak peserta untuk menggambar tumbuhan dan binatang lainnya dan menjelaskan gambar, fungsi  mengapa gambar itu menjadi penting.

Masyarakat Adat yang terlibat sebagai peserta menggambar daun sirih, pohon karet, tanaman saluang belum, binatang Baling, batang kaja, pohon madu (Tanggiran), pohon ulin, burung Tingang, ikan, batu keramat dan tanah. Sedangkan Steni sendiri menggambar madu hutan.

Sebelum masuk Coffe Break,  Steni mengajak peserta untuk mengenal konsep REDD. Supaya lebih nyata ia melakukan praktek membakar sebuah kertas dan menjelaskan proses panas, bau dan peserta mencium gas yang disebut karbon.

“Kalau satu atau dua orang saja yang membakar, itu tidak jadi masalah, tapi kalau semua yang  membakar, itulah efek yang kita rasakan sekarang, bagaimana dengan di kampung Bapak ?. Orang menggali isi perut bumi itu, yang keluar dari dalam, bukan cuma minyaknya, tapi dia mengeluarkan panas, tidak kita rasakan, tapi lama-lama terasa,” jelas Steni.

Ia menambahkan jika kita tanam sawit itu kan hanya satu, kita petik buahnya, dan hanya itu yang menjadi uang, jadi kalau tanaman obat yang lain punah, kita hanya mendapatkan uangnya, tapi tidak lagi menemukan obat, jelas pria yang pernah aktif di NGO ini.

Secara ringkas Steni memaparkan pengertian REDD dengan 3M, Menjaga hutan, Mengurangi kerusakan hutan dan Memperbaiki hutan yang rusak. Peserta diajak untuk memberikan contoh dari 3 M tersebut dan aktivitas apa yang dilakukan agar 3 M tersebut dapat diwujudkan. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Irawandi, Rodison, Bambang, Gio, Meok, Hendro, Bahan, Delae, Bersi, Resi, Ranti, Agak, Suley dan Dunal.

Memperdalam pemahaman 3 M fasilitator membagi peserta menjadi 3 kelompok dan menjawab pertanyaan  apa manfaat hutan adat?, apa aktivitas yang sudah dilakukan untuk mendapatkan manfaat hutan?, siapa yang terlibat untuk mempertahankan dan mendapat manfaat hutan, apa saja bentuk keterlibatannya atau perannya ? dan apa saja hambatan untuk mempertahanakan dan mendapatkan manfaat hutan?. Acara ini terselenggara atas kerjasasama AMAN Kalteng - Kemitraan Partnership dan berakhir  pukul 5 sore.

Sumber tulisan: ringkasan notulen kegiatan
Sumber foto: dokumen AMAN Kalteng

AMAN KALTENG

Author & Editor

Berdaulat Mandiri Bermartabat - Exsist & Resist & Indigenize & Decolonize

0 Komentar:

Posting Komentar