Jumat, 12 Oktober 2012

Warga Sampit Dilatih Jurnalistik

Untuk dapat memantau aktivitas pencemaran serta pelaksanaan proyek REDD+ (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi hutan) yang terjadi di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim), Satgas REDD+ bekerja sama dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Kalimantan Tengah menggelar pelatihan Jurnalisme bagi warga di Hotel Idola, Sampit 8-9 oktober, Kemarin.
Pelatihan jurnalisme bagi warga ini diikuti sekitar 20 orang peserta yang berasal dari wilayah Kotim, Katingan, dan Seruyan. Dalam pelatihan tersebut wargta diberikan pengetahuan dasar Jurnalistik seperti cara menulis berita sehingga nantinya warga yang dilatih minimal dapat membuat pemberitaan serta turutnya memantau jalannya pelaksanaa proyek REDD+.
Pelatihan ini mendatangkan pemateri Alfianus Rinting  dari AMAN Kalteng dan Alim dari Ruai TV (TV Lokal dari Kalbar).
Ketua AMAN Kalteng Simpun Sampurna mengatakan, dengan dibekali ilmu jurnalistik ini, maka warga yang dilatih dapat memberikan informasi yang setara dengan standar seperti yang digunakan para jurnalistis.
Dipilihnya warga sebagai sasaran pelatihan, menurutnya karena warga orang yang lebih banyak berada di lapangan, sehingga terjadi sesuatu terkait dengan perubahan kondisi alam, warga dapat secara langsung mengawasi pelaksanaan program REDD+ yang harus sesuai dengan kaidah Free and Prior Informed Consent (FPIC) atau persetujuan atas dasar informasi awal tanpa .
Pemda maupun aparat pasti tidak dapat setiap waktu berada di lapangan, untuk itu informasi dari warga tentunya akan sangat membantu dalam hal informasi kondisi yang terjadi di masing-masing wilayah, ujar Simpun Sampurna yang saat itu didampingi oleh Ketua Badan Pelaksana Harian AMAN Kotim Sidang B.Ihan. Ditambahkannya berbakal informasi tersebut, maka pihaknya dapat segera menelusuri dan menyampaikan hal tersebut kepada para pejabat yang berkaitan dengan masalah yang dilaporkan oleh warga.
Kemudian, apabila warga menemukan persoalan diwilayahnya, maka warga dapat membuat tulisan atau mengirim pesan pendek melalui SMS. Informasi tersebut nantinya di tampung di server khusus milik pengurus wilayah AMAN Kalteng dan selanjutnya akan dipublikasikan.
Selain memantau apa yang terjadi, lanjut Simpun, Warga yang dilatih juga diharapkan dapat meneybarluaskan informasi tersebut baik kepada masyarakat umum, maupun berbagai pihak yang terkait lainnya. Sebab, selama ini masyarakat terutama masyarakat tidak banyak mengetahui apa itu REDD+ berikut proyek-proyeknya.
Dituturkan Simpun, untuk wilayah Kotim Sendiri proyek REDD+ berada di 11 desa di 3 kecematan Saranau, Kota Besi, dan Baamang. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Rimba Makmur Utama (RMU).

AMAN KALTENG

Author & Editor

Berdaulat Mandiri Bermartabat - Exsist & Resist & Indigenize & Decolonize

0 Komentar:

Posting Komentar