Jumat, 12 Oktober 2012

Perkebunan Paling Besar Serap Kredit Investasi

Harian Umum Tabengan,  


PALANGKA RAYA - Pertumbuhan investasi di Kalteng dalam 5 tahun terakhir cukup tinggi bahkan peningkatannya cukup siginifikan.
Secara total jumlah kredit perbankan berada diatas angka rata-rata, serapan terbesar dari investasi Perkebunan.
”Itu menunjukkan suatu potensi, sekarang ini Perbankan masih berperan besar dalam kegiatan pembangunan, jadi kalau kredit Perbankan mengalami pertumbuhan yang signifikan ada harapan. Apalagi kredit Investasi itu porsinya lebih besar,” kata Kepala BI Perwakilan Provinsi Kalteng, Muhammad Nur saat diwawancarai di ruang kerjanya Kamis, (11/10).
Menurut Muhaman Nur, dalam bentuk aset kredit investasi telah mencapai Rp19.5 Triliun, dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun sebanyak Rp14,3 Triliun, kredit yang disalurkan sekitar Rp12,6 Triliun, dimana Rp4,8 Triliun atau 30 persen diantaranya kredit Investasi.
Dalam Perbankan apabila kredit Investasi semakin besar ada harapan pertumbuhan ekonomi (PDRB). Jadi dengan adanya kredit investasi ini memberikan harapan PDRB nya meningkat.
Menurut Muhammad Nur, serapan kredit investasi terbesar di Perkebunan, sedangkan pertumbuhan Ekonomi akan dipengaruhi oleh investasi Pertambangan dan Perkebunan .
”Kalau dua sektor ini saja yang tumbuh maka perdagangan juga akan tumbuh, ini juga memberikan harapan bahwa kedepan sektor-sektor lain akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, baik perdagangan ritel maupun besar,” paparnya.
Dia menilai, komitmen Pemerintah untuk mendukung hal itu harus terus dipacu misalkan, dengan adanya momen penting berskala Nasional maupun internasional di Kalteng sepeti  kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dinilai akan meberikan dampak yang cukup besar bagi Kalteng.
Menggembirakan
Menurut Muhammad Nur, pertumbuhan ekonomi Kalteng rata-rata 6,5 persen, hal itu menggambarkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Walaupun dari sisi share ekonomi volumenya terkecil se Kalimantan.
”Ada beberapa faKtor yang meyakinkan kita bahwa kedepan ini akan semakin tumbuh, evaluasi di Rakordal menunjukkan bahwa dari sisi pemerintahan penyerapan APBD walaupun masih belum sesuai dengan yang direncanakan, tetapi dari semua Kabupaten pertumbuhanNYA semakin membaik dari tahun ke tahun. Disamping APBDnya juga yang terus mengalami peningkatan,” katanya.
Begitu juga dengan serapan sumber pendanaan lainnya yang semakin baik, semakin tepat waktu pelaksanannya, pengisian Dipa yang dipercepat membuat perencanaan pembangunan akan lebih terarah.
”Kalau dulu itu triwulan I baru selesai, sekarang dengan adanya kebijakan pemerintah paling lambat desember itu sudah selesai,” paparnya.
Dia menambahkan, melihat dengan beberapa aspek dengan beberapa kegiatan perekonomian di Kalteng, baik dari PAD, Dana bagi hasil, DAU, dan sejumlah pendanaan laibnnya, kecenderungan ada peningkatan.
”Apalagi kalau nantinya lahir kebijakan baru yang masih dibahas di Pusat, maka bagi daerah-daerah penghasil perkebunan akana da perubahan pembagian dana bagi hasil,” tegasnya.

AMAN KALTENG

Author & Editor

Berdaulat Mandiri Bermartabat - Exsist & Resist & Indigenize & Decolonize

0 Komentar:

Posting Komentar