Honor Penulis Rp2 Juta
PALANGKA RAYA- Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalteng mengadakan sayembara penulisan naskah buku Perlindungan Masyarakat Adat dengan honor cukup menggiurkan.
Deputi Bagian Umum Badan Pelaksana Harian Wilayah AMAN Kalteng Alfianus G Rinting menjelaskan, tujuan penulisan buku ini agar terciptanya suatu karya tulis dari para akademisi, pelajar, aktivis, dan masyarakat adat tentang kondisi masyarakat berkenaan dengan proyek REDD+ di Kalteng.
Jangka waktu penulisan buku 2 bulan sejak dimulainya sayembara, September-Oktober 2012. Persyaratan naskah 10.000-12.500 kata. Tulisan belum pernah dipublikasikan, karya orisinil.
Syarat lainnya, jelas Alfianus, mengikuti tema yang ditentukan dengan fokus konteks masyarakat adat Kalteng. Mengikuti kaidah ilmiah, mencantumkan sumber kutipan dan daftar pustaka. Naskah yang masuk dan terpilih menjadi hak panitia.
Lebih rincinya, isi buku dibagi dalam beberapa bab. Pertama, Masyarakat Adat (Dayak). Kedua, REDD+. Ketiga, Perlindungan Masyarakat Adat. Sedangkan sub bab berisi 8 butir kupasan tentang; Kondisi masyarakat adat dari segi ancaman dan keberadaan masyarakat adat; Bagaimana upaya melindungi masyarakat adat; Kondisi masyarakat adat: Produksi (karet, rotan) dan konflik tanah.
Kemudian REDD+: Analisis kritis dalam pandangan internasional, nasional, dan lokal; sejarah, konsep, mekanisme, implementasi dan dampak, permasalahan dan evaluasi. Kondisi kontekstual Kalteng (Dayak), HAM, permasalahan-permasalahan masyarakat adat, analisis kasus. Teologi ekologi (teologi pembebasan).
Konsep-konsep Kaharingan tentang tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh manusia dalam rangka prihatin terhadap nasib dan solider kepada mereka yang menderita ketidakadilan, kalah, miskin, ditindas, dan menjadi korban sejarah; konsep yang mau mentransformasi (mengubah) dunia. Dan yang terakhir, sub tema analisis hukum nasional dan hak-hak masyarakat adat.
Kirimkan naskah ke Kantor AMAN Kalteng, Kompleks Amaco Jalan Taurus I No 240 Palangka Raya, dan kirimkan pula melalui email: sayembarabukuamankalteng@gmail.com. Naskah paling lambat diterima tanggal 14 Oktober 2012. Untuk tim seleksi naskah, BPHW AMAN Kalteng bekerja sama dengan pihak luar yang dipercaya.
Alfianus menyebutkan, AMAN Kalteng akan memberikan honor bagi penulis yang terpilih hasil karya tulisnya dalam buku ini sebesar Rp2 juta/orang. Peluncuran buku dan diskusi rencananya dilaksanakan November mendatang di stasiun TVRI selama 1 jam.
“Sangat diharapkan partisipasi bapak, ibu, saudara, saudari dalam penulisan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi upaya AMAN untuk memberikan informasi dan perlidungan kepada masyarakat adat secara luas,” harapnya dalam rilis yang diterima Tabengan, baru-baru ini. hil
SAYEMBARA NASKAH BUKU
1. Judul: Perlindungan Masyarakat Adat
2. Isi Buku: Masyarakat Adat (Dayak), REDD+, dan Perlindungan Masyarakat Adat
3. Sub Tema:
- Kondisi masyarakat adat dari segi ancaman dan keberadaan masyarakat adat.
- Bagaimana upaya melindungi masyarakat adat.
- Kondisi masyarakat adat: Produksi karet, rotan, dan konflik tanah.
- REDD+: Analisis kritis dalam pandangan internasional, nasional, dan lokal; sejarah, konsep, mekanisme, impelementasi dan dampak, permasalahan dan evaluasi.
- Kondisi kontekstual Kalteng (Dayak), HAM, permasalahan-permasalahan masyarakat adat, analisis kasus.
- Teologi ekologi.
- Konsep-konsep Kaharingan tentang tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh manusia dalam rangka prihatin terhadap nasib dan solider kepada mereka yang menderita ketidakadilan, kalah, miskin, ditindas, dan menjadi korban sejarah; konsep yang mau mentransformasi dunia.
- Analisis hukum nasional dan hak-hak masyarakat adat.
4. Panjang naskah 10.00-12.500 kata.
5. Naskah paling lambat diterima 14 Oktober 2012.

0 Komentar:
Posting Komentar