KATINGAN--BN : Ratusan hektare lahan transmigrasi Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan beralih fungsi dari lahan persawahan menjadi perkebunan sawit.
Sejumlah transmigran Buntut Bali saat berada di Kasongan, Senin (2/7) menuturkan, sebagian besar warga terpaksa beralih tanaman, dari padi menjadi kelapa sawit. Pasalnya, kelapa sawit dinilai sangat menjanjikan jika dibandingkan dengan menanam padi. “Kelapa sawit tahan terhadap lahan yangsering kebanjiran dan lahan kering. Sudah dua tahun kami ramai-ramai menanam sawit,” kata Bidin, salah seorang warga Transmigrasi Buntut Bali. Menurut transmigran asal Purbalingga, Jawa Tengah ini, dari 450 kepala keluarga (KK) yang menempati lokasi, sebagian besar membudidayakan kelapa sawit. Sebagian lainnya masih menanam padi. “Dari 450 KK saat ini yang masih menempati lokasi sekitar 300 KK. Sisanya dibiarkan kosong tanpa penghuni, mereka pulang ke daerah asal. Lahan kosong itu juga sudah dijual ke warga lainnya,” kata Bidin. Lokasi UPT (unit permukiman transmigrasi) Buntut Bali mulai ditempati transmigran sejak 2007 lalu. Awalnya warga menggarap lahan usaha yang telah dibagikan pemerintah dengan ditanami padi. Namun kini warga mulai enggan menanam padi. Wakil DPRD Katingan Rudi Hartono, menilai, alih fungsi lahan warga itu sangat wajar. “Kalau memang tanaman padi dinilai sudah tidak menjanjikan, apa salahnya jika lahan yang ada ditanami sawit demi kesejahteraan warga trans,” kata Rudi, Senin (2/7). Menurut Rudi, warga di UPT Buntut Bali ini masih dalam pengawasan pemerintah. “Kita mengimbau kepada pemkab agar mendukung langkah yang diambil warga UPT Buntut Bali ini,” kata Rudi.

0 Komentar:
Posting Komentar