Sabtu, 06 Oktober 2012

Lahan Terlantar Paling Rawan Terbakar saat Kemarau




BORNEONEWS-KEBAKARAN hutan dan la­han­ selama musim kemarau­ di wilayah Kabupaten Laman­dau terus terjadi. Berdasarkan data yang dimiliki Badan  Pe­nanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Kabupaten La­mandau, lokasi paling ra­wan terbakar adalah semak be­lukar. 
Apalagi lokasinya tidak ber­tuan, dipastikan setiap mu­sim kemarau pasti terbakar. Kepala Kesiapsiagaan BPBD La­mandau, Evianus Ringkin­, mengatakan, petugas penang­gulangan kebakaran terus me­lakukan patroli untuk me­mantau sebaran titik api. 
“Hamparan luas seperti pa­dang ilalang, semak belukar, ke­bun masyarakat yang ti­dak­ digarap, dan hutan yang di­kelola masyarakat, tapi se­mak belukarnya lebat pasti ra­wan kebakaran.”
Dia mengatakan, petugas­ BPBD terus melakukan pa­tro­li keliling dengan meng­gu­nakan kendaraan dan pe­ngeras suara untuk mengimbau masyarakat, agar menta­ati aturan yang disepakati, seperti tidak membakar lahan di musim kemarau. 
“Imbauan dan ini sudah di­sampaikan sejak Aprli, ke­mudian petugas mensosialisa­sikannya,” jelasnya.
Ditanya soal larangan  mem­bakar yang diatur dalam Per­aturan Bupati Lamandau­ Nomor 40 Tahun 2011? menurut Ring­kin aturan itu sudah di­lak­sanakan.
“Semua sudah kita laksana­kan untuk menaggulangi mu­sibah kebakaran hutan dan lahan. Caranya dengan mengintensifkan patroli ke lapa­ngan dan mengawasi  ham­paran luas yang jadi sum­ber titik api. 
Sosialisasi terhadap larang­an­ membakar lahan juga harus ditaati. Bagi warga yang ingin membakar lahan harus min­ta izin kepada pemerin­tah­.”

AMAN KALTENG

Author & Editor

Berdaulat Mandiri Bermartabat - Exsist & Resist & Indigenize & Decolonize

0 Komentar:

Posting Komentar