| 1-09-2012 | ||
PALANGKA RAYA
Satgas Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation plus/REDD + (pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan) bekerja sama dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Kalteng menggelar pelatihan jurnalisme bagi masyarakat.
Perwakilan dari Satgas REDD+ Kalteng
Sopril Amir, di sela-sela pelatihan jurnalisme warga di Hotel Luwansa,
Jumat (31/8), kepada Tabengan mengatakan, kegiatan ini
bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar jurnalistik kepada warga di
sekitar hutan atau di sekitar pelaksanaan REDD+ agar pihaknya dapat
membuat pemberitaan atau turut memantau pelaksanaan REDD+.
Karena REDD+ tersebut berkaitan erat
dengan pengurangan emisi dan pemeliharaan hutan, maka dengan pelatihan
ini para peserta diharapkan dapat menjaga dan melestarikan hutan serta
lingkungan di sekitarnya.
Hal tersebut dapat dilakukan, antara
lain dengan membuat tulisan atau turut menyadarkan masyarakat lainnya
agar jangan melakukan penebangan hutan secara sembarangan. Termasuk
memberikan masukan terhadap pelaksanaan REDD+ di daerah tersebut agar
jangan mengabaikan hak-hak masyarakat.
“Karena, REDD+ tersebut kata kuncinya adalah mengakui secara penuh hak masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, lanjut Sopril, kegiatan ini dilaksanakan karena pihaknya melihat akan pentingnya memberikan
kesempatan bagi masyarakat, baik yang tinggal maupun yang terkait
dengan hutan untuk bersuara. Mengingat, dari hasil kegiatan ini
diharapkan agar para peserta kegiatan ini memiliki kemampuan meliput dan
diproses lebih lanjut, termasuk disebarkan ke pihak-pihak yang terkait.
“Sementara, hasil liputan atau
reportase mereka tersebut juga dijadikan sebagai bagian dari suara warga
atas aktifitas dan pelaksanaan REDD+ di Provinsi Kalteng ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, staf AMAN Kalteng
Titan mengatakan, dengan diadakannya kegiatan ini, ke depan diharapkan
peserta ini dapat menjadi sumber informasi-informasi yang berkaitan
dengan pelaksanaan REDD+ di lapangan, termasuk kegiatan ekonomi lainnya
di daerah mereka masing-masing.
Kemudian, menyebarluaskan berbagai
informasi tersebut seluas-luasnya, baik kepada masyarakat umum, maupun
berbagai pihak yang terkait lainnya. Mengingat ke depan, apabila
pihaknya menemukan persoalan di wilayah, maka pihaknya dapat membuat
tulisan akan hal tersebut dan tulisan-tulisan tersebut nantinya
ditampung di server yang dimiliki pengurus wilayah AMAN Kalteng dan
selanjutnya baru dipublikasikan.
Selain itu, katanya, kegiatan ini
dilaksanakan selama 2 hari di Hotel Luwansa Palangka Raya, sementara
pesertanya sendiri sekitar 30 orang berasal dari perwakilan anggota
wilayah AMAN di Palangka Raya, Kapuas, Gunung Mas, dan Pulang Pisau.
“Namun kebanyakan diambil dari eks PLG dan eks pilot project Kalimantan Forest and Climate tPartnhersif (KFCP),” ujarnya.
Titan menambahkan, selain di Palangka
Raya, ke depan kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di beberapa daerah
lainnya, seperti di daerah Barito, Sampit, dan Seruyan.

0 Komentar:
Posting Komentar