Sabtu, 11 Agustus 2012

Bupati Gelar Rapat, Polda Kirim Pasukan



Harian Umum Tabengan,  

PURUK CAHU
 
Mengantisipasi rumor aksi warga menolak penambangan PT Indo Muro Kencana, Polda Kalteng mengirim pasukan ke Mura. Semalam, Bupati Willy Yoseph menggelar rapat tertutup untuk menyelesaikan masalah pertambangan yang memasuki lokasi Cagar Budaya Alam Puruk Batu Kambang itu.
 
Bupati Murung Raya (Mura) Willy M Yoseph menggelar rapat tertutup untuk penyelesaian kasus maraknya aktivitas penambangan PT Indo Muro Kencana (IMK) Straits yang memasuki lokasi Cagar Budaya Alam Puruk Batu Kambang di Kecamatan Tanah Siang. Mengantisipasi kemungkinan aksi warga, Polda Kalteng mengerahkan 150 personel untuk mem-back up Polres Mura.
Rapat yang digelar di Aula Kantor Bupati itu, selain dihadiri Willy yang sekaligus Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Mura, juga dihadiri Ketua DPRD Henry, Kajari Tri Cahyo Hananto, Kapolres AKBP Dedi Suhatono, Intel Polda Kalteng, Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Sipet Hermanto, anggota DPRD dan pengurus DAD Mura.
Rapat berlangsung, Jumat (10/8) dari pukul 14.00 WIB hingga malam hari, membahas tata batas wilayah Pegunungan Puruk Batu Kambang yang menurut pihak DAD aktivitas penambangan oleh PT IMK telah memasuki hutan adat yang tidak seharusnya untuk kegiatan penambangan.
Belum diketahui pasti hasil rapat tersebut, namun berdasarkan informasi rapat berlangsung alot.
Salah satu pengurus DAD Doni mengungkapkan, pihaknya tidak sampai melakukan demo seperti isu yang tengah beredar, namun akan menutup secara paksa kegiatan penambangan PT IMK di lokasi Puruk Batu Kambang yang dinilai telah melanggar UU.
“Bukan demo yang dilakukan, tapi kami pihak DAD akan menutup kegiatan penambangan di lokasi tersebut,” ujar Doni yang juga anggota DPRD Mura, kemarin.
DAD menilai, PT IMK telah melakukan eksploitasi hingga memasuki kawasan hutan yang dilindungi, baik oleh UU maupun adat setempat. Karena itu, kegiatan tersebut harus segera ditutup agar tidak meluas ke wilayah Pegunungan Puruk Kambang.
“Kami dari pihak DAD akan minta perusahaan agar segera menghentikan kegiatannya,”  ujar Doni. 
 
Polda Kerahkan 150 Personel
Sementara itu, untuk mengantisipasi agar aksi warga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban, sedikitnya 150 personel Polda Kalteng diturunkan guna mem-back up pihak Polres Mura.
Ratusan personel Polda yang berangkat, Jumat pagi, terdiri dari 2 peleton Sabhara, 1 peleton Brimob, 1 unit intel, ditambah 1 peleton Dalmas dari Polres Barito Utara, dengan jumlah keseluruhan sekitar 2 SSK.
Selain itu, sejumlah kendaraan antihuru-hara juga diikutsertakan, seperti 3 kendaraan taktis (Rantis), 1 kendaraan water canon, dan truk Dalmas, total ada sekitar 10 mobil. Informasinya, masyarakat yang akan turun menggelar aksi berjumlah sekitar 500 orang.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Kalteng Kombes Slamet Raharjo, membenarkan bahwa Polda mem-back up Polres setempat guna memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

AMAN KALTENG

Author & Editor

Berdaulat Mandiri Bermartabat - Exsist & Resist & Indigenize & Decolonize

0 Komentar:

Posting Komentar