PURUK CAHU
Mengantisipasi
rumor aksi warga menolak penambangan PT Indo Muro Kencana, Polda
Kalteng mengirim pasukan ke Mura. Semalam, Bupati Willy Yoseph menggelar
rapat tertutup untuk menyelesaikan masalah pertambangan yang memasuki
lokasi Cagar Budaya Alam Puruk Batu Kambang itu.
Bupati
Murung Raya (Mura) Willy M Yoseph menggelar rapat tertutup untuk
penyelesaian kasus maraknya aktivitas penambangan PT Indo Muro Kencana
(IMK) Straits yang memasuki lokasi Cagar Budaya Alam Puruk Batu Kambang
di Kecamatan Tanah Siang. Mengantisipasi kemungkinan aksi warga, Polda
Kalteng mengerahkan 150 personel untuk mem-back up Polres Mura.
Rapat
yang digelar di Aula Kantor Bupati itu, selain dihadiri Willy yang
sekaligus Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Mura, juga dihadiri Ketua DPRD
Henry, Kajari Tri Cahyo Hananto, Kapolres AKBP Dedi Suhatono, Intel
Polda Kalteng, Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Sipet Hermanto, anggota
DPRD dan pengurus DAD Mura.
Rapat
berlangsung, Jumat (10/8) dari pukul 14.00 WIB hingga malam hari,
membahas tata batas wilayah Pegunungan Puruk Batu Kambang yang menurut
pihak DAD aktivitas penambangan oleh PT IMK telah memasuki hutan adat
yang tidak seharusnya untuk kegiatan penambangan.
Belum diketahui pasti hasil rapat tersebut, namun berdasarkan informasi rapat berlangsung alot.
Salah
satu pengurus DAD Doni mengungkapkan, pihaknya tidak sampai melakukan
demo seperti isu yang tengah beredar, namun akan menutup secara paksa
kegiatan penambangan PT IMK di lokasi Puruk Batu Kambang yang dinilai
telah melanggar UU.
“Bukan
demo yang dilakukan, tapi kami pihak DAD akan menutup kegiatan
penambangan di lokasi tersebut,” ujar Doni yang juga anggota DPRD Mura,
kemarin.
DAD
menilai, PT IMK telah melakukan eksploitasi hingga memasuki kawasan
hutan yang dilindungi, baik oleh UU maupun adat setempat. Karena itu,
kegiatan tersebut harus segera ditutup agar tidak meluas ke wilayah
Pegunungan Puruk Kambang.
“Kami dari pihak DAD akan minta perusahaan agar segera menghentikan kegiatannya,” ujar Doni.
Polda Kerahkan 150 Personel
Sementara itu, untuk
mengantisipasi agar aksi warga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban,
sedikitnya 150 personel Polda Kalteng diturunkan guna mem-back up pihak Polres Mura.
Ratusan personel Polda
yang berangkat, Jumat pagi, terdiri dari 2 peleton Sabhara, 1 peleton
Brimob, 1 unit intel, ditambah 1 peleton Dalmas dari Polres Barito
Utara, dengan jumlah keseluruhan sekitar 2 SSK.
Selain itu, sejumlah kendaraan antihuru-hara juga diikutsertakan, seperti 3 kendaraan taktis (Rantis), 1 kendaraan water canon,
dan truk Dalmas, total ada sekitar 10 mobil. Informasinya, masyarakat
yang akan turun menggelar aksi berjumlah sekitar 500 orang.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Kalteng Kombes Slamet Raharjo, membenarkan bahwa Polda mem-back up Polres setempat guna memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

0 Komentar:
Posting Komentar