Selasa, 04 Desember 2012

Komunitas AMAN Kota Palangka Raya Minta FPIC Diterapkan


Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kota Palangka Raya Mengadakan Sosialisasi Terkait permasalahan REDD+ terhadap FPIC (Free Prior and Informed Consent) atau dapat diartikan sebagai persertujuan bebas tanpa paksaan. Diutamakan dan diinformasikan secara benar dan adil. Tempat berlangsungnya kegiatan ini berlokasi di kereng bangkirai Kota Palangka Raya, Minggu (2/12).
            Kegiatan ini dilaksanakan untuk membahas permasalahan isu yang muncul berkenaan dengan proyek REDD+ yang bekerja sama dengan pihak WWF sebagai pelaksana program kemudian sasaran proyek tersebut rencananya akan dilaksanakan di Taman Nasional Sebangau.
            Berkenaan dengan permasalahan tersebut, ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kota Palangka Raya Agus Susanto, mengambil inisiatif inisiatif untuk memberikan sosialisasi terhadap warga setempat agar jika benar program itu akan terlaksana, maka pihak AMAN Kota Palangka Raya meminta agar pelaksana FPIC harus terlebih dahulu dilakukan oleh pihak REDD+ itu berjalan serta WWF, yang artinya sebelum proyek REDD itu berjalan atau dilaksanakan maka hendaknya mereka harus melibatkan penduduk atau warga masyarakat sekitar untuk meminta persetujuan terlebih dahulu mereka.
            Agus jua mangatakan “Jika Nanti diadakan di lokasi Taman Nasional Sebangau dan sekitarnya, hendaknya mereka juga harus melibatkan warga setidaknya 80 % warga sekitar lokasi tersebut agar seluruh masyarakat dan warga sekitar dapat mengetahui kejelasan mengenai fungsi dan tujuan dari proyek yang akan di bangun tersebut”.
            “Kami dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kota Palangka Raya bisa saja menerima proyek REDD+ yang dalam hal ini telah bekerja sama dengan WWF yang akan dilaksanakan di Taman Nasional Sebangau dengan catatan FPIC  bisa dilaksanakan dan diterapkan di komunitas masyarakat adat, apabila keinginan tersebut tidak bisa dipenuhi maka kami akan memberikan perlawanan untuk mempertahankan hak-hak masyarakat adat”.


AMAN KALTENG

Author & Editor

Berdaulat Mandiri Bermartabat - Exsist & Resist & Indigenize & Decolonize

0 Komentar:

Posting Komentar