PALANGKA
RAYA – Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Keuskupan Palangka Raya
atau Justice, Peace & Integrity of Creation (JPIC) Divine Word Missionaries
(SVD) bekerja sama dengan Oslo University, menggelar pelatihan dan latihan
tentang HAM Ekonomi, Sosial dan Budaya (EKOSOB), di aula Soverdy Keuskupan
Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Palangka Raya.
Kegiatan itu berlangsung selama
3 hari, dimulai pada Jumat (7/9). Pelatihan itu dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman kepada masyarakat umum terkait HAM. Peserta kegiatan berjumlah 30
orang. Termasuk salah seorang pemuda dari AMAN KALTENG yaitu Yohanes Taka dan
anggota Forum Kerukunan Umat ber agama (FKUB). Dalam kegiatan itu, panitia menghadirkan
pemateri dari institute for Ecosob, Dr Prasetyohadi, dan dari Oslo University,
Dr Axel.
Dr
Prasetyohadi dalam materinya, mengatakan, permasalahan HAM tidak pernah lepas
dari 3 hal, korupsi, kerusakkan lingkungan, dan kemiskinan. Sangat penting
istilah HAM tidak sebatas jargon semata, tapi dapat memberikan arti sebenarnya.
HAM tidak semata sebatas apa yang dimiliki untuk dapat dipertahankan, tapi juga
dapat digunakan untuk mempertahankan
diri. Oleh sebab itu, sangat penting pemahaman terkait tentang HAM ini dapat
disamakan secara utuh dalam satu makna yang sesuai.

0 Komentar:
Posting Komentar