Sabtu, 22 September 2012

AMAN Gelar Pelatihan Jurnalis Untuk Warga

BUNTOK - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Kalimantan Tengah menggelar pelatihan jurnalis untuk warga dan anggotanya di aula hotel kencana, Buntok, kabupaten Barito Selatan, Selasa (18/9) lalu.
Simpun Sampurna , Ketua AMAN Kalteng, Mengatakan kegiatan pelatihan jurnalis warga atau Citizen Jurnalism digelar karena mengikuti kemajuan teknologi yang serba canggih, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai informasi dengan data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.
dulunya, semua informasi tergantung dari  hasil karya para insan pers dan para jurnalis yang dituangkan melalui media massa seperti media cetak, radio dan televisi. namun sekarang informasi itu bisa didapati melalui internet, seperti facebook, twitter, dan grup blackberry. katanya kepada Tabengan, Selasa Lalu.
Bahkan, Lanjutnya, masyarakat bisa menyampaikan  informasi secara global melalui jejaring sosial atau jejaring sosial atau melalui situs pribadi maupun blog yang pembuatannya sangat mudah saat ini. 
menurutnya, jurnalis warga timbul akibat media massa yang ingin tetap eksis dan tindak mau ketinggalan dengan keberadaan media. karena itu, AMAN menerapkan jurnalisme warga kepada seluruh anggotanya yang bertugas yang bertugas diseluruh wilayah kalteng.
tujuan dilaksanakan kegiatan ini, ujar Simpun Sampurna, untuk mengasah kemampuan seluruh anggota AMAN, terkait penerapan jurnalisme warga, Tambahnya.
sedangkan hasil dari kegiatan ini, warga memerankan secara aktif sebagai reporter yang bertugas mencari dan menyampaikan informasi dan selanjutnya informasi tersebut disampai melalui media massa.
pelatihan jurnalisme warga ini bekerja sama dengan Satgas REDD+ yang tujuannya memantau aktivitas REDD itu sendiri kemudian melaporkan ke AMAN menggunakan SMS dan Selanjutnya Menyampaikan ke pihak-pihak yang terkait.
kita berharap para peserta nantinya bisa melaporkan apa saja kejadian disekelilingnya  terkait dengan wilayah adat komunitas AMAN, ungkapnya.
pelatihan jurnalisme warga dilaksanakan selama dua hari dengan materi pelaporahn menggunakan SMS Ke Free Prior Informed Consent (FPIC) atau sebuah bentuk proses pengambilan keputusan yang memberikan ruang kepada komunitas untuk mengatakan "Iya" atau "Tidak" terkait dengan usulan proyek atau campur tangan pihak keluar.
sementara mendatangkan Pahit Narotama dari management Kalteng Post dan Harry Surjadi mantan wartawan Kompas dari jakarata, dengan diikuti sebanyak 20 peserta berasal dari kabupaten Barsel, Bartim, Barut, dan Mura.

AMAN KALTENG

Author & Editor

Berdaulat Mandiri Bermartabat - Exsist & Resist & Indigenize & Decolonize

0 Komentar:

Posting Komentar